Menuju #IndonesiaUnggul Menurut Saya

Menurut saya #MenujuIndonesiaUnggul itu mulai dari pembangunan SDM nya. Caranya investasi di sektor pendidikan.

Setiap anak berhak memperoleh pendidikan wajib 12 tahun bahkan pendidikan tinggi. Setiap rumah di seluruh Indonesia harus memiliki (minimal) 1 orang sarjana. Data tiap rumah yang belum memiliki sarjana, kirimkan anaknya sekolah hingga kuliah. Wajib.

Setiap anak Indonesia juga harus bebas stunting. Tak ada balita yang terhambat pertumbuhan otaknya hanya karena kekurangan asupan gizi. Saat ini angka stunting balita Indonesia sangat mengkhawatirkan, prevalensinya 36.4%. Tertinggi kedua se-Asean. Kalau dinominalkan, jumlahnya sekitar 8 juta. Bayangkan ada 8 juta balita atau 1/3 dari balita Indonesia, bertubuh kerdil dan ber-IQ rendah. Generasi macam apa yang kita wariskan.

Indonesia juga harus 100℅ bebas buta aksara. Saat ini angkanya masih 97%. Harus tak ada lagi penduduk Indonesia yang tak tahu baca tulis bahkan di masyarakat terasing sekalipun. Bangun dan dirikan sekolah-sekolah berkualitas hingga ke pelosok-pelosok terdalam atau pulau-pulau terluar. Hadirkan juga pendidikan non formal di tengah masyarakat. Sekolah di tiap desa juga harusnya juga dapat menjadi learning center bukan hanya untuk anak-anaknya tetapi bagi seluruh penduduk desa setempat.

Angka partisipasi sekolah Indonesia juga harus ditingkatkan. Pada tingkat SD angkanya cukup baik 99%. Pada tingkat SMP juga demikian 95%. Tapi partisipasi ini menurun jadi 60℅ saat SMA. Lebih menurun drastis lagi saat kuliah, hanya 35% anak Indonesia yang melanjutkan studi ke pendidikan tinggi. Bila saat ini kamu menjadi mahasiswa, berarti kamu adalah 1 dari 3 anak Indonesia yang beruntung bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Indonesia juga sekurang-kurangnya harus mencetak 200.000 doktor. Saat ini jumlahnya baru mencapai 75.000 orang. Angka itu bila diperbandingkan dengan jumlah penduduk kurang lebih begini; dari 1 juta penduduk Indonesia, yang mengenyam pendidikan S3 hanya 143 orang. Bandingkan dengan Malaysia yang berjumlah 509 orang, India 3.420 orang, Jerman 3.990 orang, Jepang 6.438 orang, atau Amerika yang berjumlah 9.850 orang. Dibandingkan dengan mereka kita masih tertinggal sangat jauh.

Perguruan Tinggi Indonesia juga harus berkelas dunia, harus tembus top 100, bila perlu top 50 world university. Versi QS word terbaru menempatkan UI di urutan 296 dunia, UGM 320 dunia dan ITB di peringkat 331 dunia. Masih kalah jauh dengan tetangga kita, Singapura. Dua kampus Singapura, NUS dan NTU berada diurutan 11 dunia!

Terakhir Indeks Pembangunan Manusia Indonesia (IPM) juga harus terus di tingkatkan. Saat ini IPM Indonesia di urutan 113 dari 183 negara, berkategori menengah. Urutan 113 itu sebenarnya malah tidak masuk dalam 50% negara teratas. Berarti kita ini masuk 50% negara dengan IPM terendah di dunia.

Memang ada banyak PR bagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Tapi poinnya, kunci kemajuan peradaban suatu bangsa terletak pada pendidikan berkualitas. Selama negara kita tidak menghadirkan pendidikan berkualitas bagi setiap warga negaranya, maka mimpi menuju Indonesia Unggul tidak akan pernah tercapai.

SA

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar