Apa Yang Kami Lakukan Di BakuBantu.id?

BakuBantu #1

Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang apa yang kami lakukan di BakuBantu.id selama hampir dua bulan ini. Sejak ditemukan kasus positif Covid-19 pertama Sulteng pada 26 Maret 2020, ada kegelisahan bagi kami untuk ikut berkontribusi. Namun situasi ini lumayan sulit mengingat harus melakukan pembatasan fisik. Sebagian SDM memilih pulang kampung untuk sementara waktu. Sebagian lain bertahan dengan penuh keterbatasan. Apa yang membuat Sulteng berbeda dengan wilayah lain ialah Sulteng belum pulih benar dari bencana alam 28 September, kini kembali harus menghadapi bencana

Baca Selengkapnya

Memaknai Kebangkitan Nasional di Era Kekinian

Kebangkitan Nasional Era Kekinian - Satrio Amrullah

Bagaimana memaknai kebangkitan nasional di era kekinian? Bagi saya hari kebangkitan nasional jadi momen merefleksikan diri kontribusi apa yang telah saya berikan untuk Indonesia. Hal apa yang bisa saya perbuat untuk bangsa dan negara dimasa mendatang. Hingga usia seperempat abad lebih belum ada rasanya kontribusi yang dapat dibanggakan. Belum ada karya yang memberikan dampak yang luas bagi masyarakat. Bila menilik sejarah berdirinya Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Peristiwa Rengasdengklok, dll, ingin rasanya ikut terlibat bersama kawan-kawan pemuda ditingkat nasional. Merumuskan agenda

Baca Selengkapnya

Mengapa Minat Baca Kita Begitu Rendah?

Minat Baca - Satrioamrullah.com (2)

Suatu hari di ruang tunggu keberangkatan bandara Soekarno Hatta saya mendapati satu fenomena menarik. Dua orang dari dua suku bangsa yang berbeda, memanfaatkan waktu menunggu dengan cara yang berbeda pula. Yang satu asyik dengan buku bacaanya, satunya lagi larut dengan smartphonenya. Dilain kesempatan, saya pernah diundang sebuah lembaga penalaran kampus mengisi materi tentang kepenulisan. Disela materi saya bertanya kepada seluruh peserta yang semuanya adalah mahasiswa, “siapa saja disini yang membaca buku minimal 5 buah dalam satu tahun?” Dari 40-an peserta

Baca Selengkapnya

Menuju #IndonesiaUnggul Menurut Saya

Menuju Indonesia Unggul - Satrio Amrullah

Menurut saya #MenujuIndonesiaUnggul itu mulai dari pembangunan SDM nya. Caranya investasi di sektor pendidikan. Setiap anak berhak memperoleh pendidikan wajib 12 tahun bahkan pendidikan tinggi. Setiap rumah di seluruh Indonesia harus memiliki (minimal) 1 orang sarjana. Data tiap rumah yang belum memiliki sarjana, kirimkan anaknya sekolah hingga kuliah. Wajib. Setiap anak Indonesia juga harus bebas stunting. Tak ada balita yang terhambat pertumbuhan otaknya hanya karena kekurangan asupan gizi. Saat ini angka stunting balita Indonesia sangat mengkhawatirkan, prevalensinya 36.4%. Tertinggi kedua se-Asean. Kalau

Baca Selengkapnya

Agustus Yang Spesial

Agustus Yang Spesial - Satrio Amrullah

Bulan Agustus akan selalu jadi bulan yang spesial buat saya, pertama bulan ini adalah bulan kelahiran ibu saya, beliau lahir tepatnya tanggal 10 Agustus 1969. Tiga tahun lalu dibulan Agustus juga, ibu saya operasi angkat rahim. Momen dimana saya menguburkan rahim ibu saya (yang saya bayangkan adalah tempat dimana saya bersemayam saat dalam kandungan) adalah momen yang tidak pernah bisa saya lupakan. Kesedihan itu semakin bertambah manakala dihari yang sama pasca ibu saya operasi, saya dapat kabar wanita yang dekat

Baca Selengkapnya

Momentum Membangun Desa

Momentum Membangun Desa - Satrio Amrullah

Saya adalah anak yang lahir dan besar di desa. Kebun dan sungai adalah taman bermain saya dimasa kecil. Ada banyak hal-hal baik yang saya temukan di desa, yang kemudian membentuk dan menempa karakter saya hingga hari ini. Saya ingat dua puluh tahun yang lalu, di desa kami hanya ada satu orang yang memiliki televisi. Lalu kemudian kami sekampung menumpang nonton dirumah tetangga kami tersebut. Satu TV yang nonton orang sekampung. Saya juga ingat tiap kali ujian sekolah dimasa SD, tidak

Baca Selengkapnya

Presiden Terpilih Adalah Anugerah Tuhan Untuk Bangsa Kita

Jokowi & Prabowo - Satrioamrullah.com

“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan melewatkanku” – Umar bin Khattab Cukup lama buat saya untuk memahami dan menerima qoute tersebut, mengingat dalam hidup, saya pernah kehilangan sesuatu yang amat saya cintai. Teramat sangatnya. Hingga satu hal yang buat saya tetap bangkit adalah menerima takdir, bahwa mungkin Allah tidak menghendaki kami untuk hidup bersama. Dalam keyakinan agama saya, segala hal yang terjadi di dunia telah di

Baca Selengkapnya

Akhir Tanggap Darurat

Fase Tanggap Darurat - Satrio Amrullah

Hari ini fase tanggap darurat bencana Sulteng dinyatakan berakhir, dan selanjutnya memasuki fase transisi dari darurat ke pemulihan. Tahapan ini akan dimulai besok hingga 60 hari kedepan. Situasi kota Palu dan sekitarnya dinyatakan telah kondusif. Pembersihan puing dan sampah sudah mencapai 70 persen, rumah sakit dan puskesmas telah beroperasi, aktifitas belajar mengajar di sekolah juga sudah berjalan, demikian juga dengan pasar, perkantoran dan pertokoan juga sudah buka satu persatu. Berbagai aktifitas yang menggerakkan roda perekonomian berangur-angsur membaik. Sebagian masyarakat yang

Baca Selengkapnya

Bangsamu Bukanlah Bangsa Kecoak

Candi Borobudur - Satrio Amrullah

Tahukah kamu, candi Borobudur ini pertama kali di bangun oleh nenek moyang kita, ketika tanah Belanda baru saja ditemukan dan dihuni oleh manusia Eropa. Jadi jauh sebelum negeri Belanda itu muncul di peta dunia, negeri kita telah menggapai puncak kejayaannya di Asia Tenggara. Pada masanya, dahulu, peradaban nenek moyang kita pernah melampauhi peradaban bangsa-bangsa Eropa. Delapan abad kemudian orang-orang Eropa mulai mendatangi negeri kita. Mereka terpesona dengan kekayaan alam negeri ini, lalu termotivasi untuk menguasai. Tiga ratus lima puluh tahun lamanya

Baca Selengkapnya

Teror Bom dan DNA Pemberani Arek-arek Suroboyo

DNA Pemberani Surabaya

Dari ratusan kota yang ada di seluruh Indonesia, Surabaya adalah satu-satunya kota yang mendapat predikat Kota Pahlawan. Ini tidak lepas dari cerita heroik dari masyarakat Surabaya yang tidak kenal takut menghadapi invansi pasukan Inggris pada November 1945. Bayangkan, negara dan pasukan pemenang Perang Dunia II disambut dengan senjata di kota ini. Dalam sejarahnya, selama lima tahun menghadapi Jerman pada Perang Dunia II, Inggris tak pernah kehilangan satu pun jenderalnya. Namun saat pasukan Inggris mendarat di Surabaya, lima hari kemudian seorang jenderalnya

Baca Selengkapnya

Site Footer

Sliding Sidebar