Apa Yang Kami Lakukan Di BakuBantu.id?

Apa Yang DIlakukan BakuBantu (1)

Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang apa yang kami lakukan di BakuBantu.id selama hampir dua bulan ini.

Sejak ditemukan kasus positif Covid-19 pertama Sulteng pada 26 Maret 2020, ada kegelisahan bagi kami untuk ikut berkontribusi. Namun situasi ini lumayan sulit mengingat harus melakukan pembatasan fisik. Sebagian SDM memilih pulang kampung untuk sementara waktu. Sebagian lain bertahan dengan penuh keterbatasan.

Apa yang membuat Sulteng berbeda dengan wilayah lain ialah Sulteng belum pulih benar dari bencana alam 28 September, kini kembali harus menghadapi bencana non alam. Ditengah keterbatasan tersebut ide berkolaborasi untuk membuat aksi kolektif anak muda mungkin menjadi solusinya. Ide ini kemudian disebar.

Gayung bersambut, awal April BakuBantu terbentuk. Banyak kawan-kawan anak muda tertarik untuk bergerak bersama, baik sebagai individu maupun lembaga. Setidaknya terkumpul sebanyak 22 lembaga/komunitas dan puluhan individu anak muda dalam platform ini.

Tampilan website bakubantu.id dapat DISINI

Mengapa bernama BakuBantu? Sebab kami ingin mengirim pesan optimisme bahwa dalam situasi krisis seperti ini masih banyak anak muda yang bergerak untuk membantu sesama. Apa yang dilakukan? Menginisiasi gerakan, menggalang donasi publik, dan memproduksi konten kreatif.

Satu setengah bulan sudah BakuBantu berjalan, selama itu pula terinisiasi 6 gerakan: #30HariBakuBantu, #BakuBantuBanjirNapu, #GerakanJumatBakuBantuTakjil, #BakuBantuParcelLebaran, #BakuBantuMahasiswaRantau, dan #BakuBantuPengadaanAPD. Dari 6 gerakan ini terhimpun donasi publik sebanyak 24 juta rupiah, beras setengah ton, puluhan paket sembako, dll. Saat ini 95% donasi tersebut telah disalurkan kepada ratusan penerima manfaat baik di Palu, Poso, Sigi dan Toli-toli.

Apa yang bisa kami petik dari BakuBantu? Saya mencatat dua hal. Pertama, banyak orang-orang baik meskipun dalam situasi krisis masih mau membantu sesama. Mereka rela menyisihkan sebagaian harta dan tenaga mereka untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Kedua, tak ada ego lembaga. Padahal dulunya sering sekali berkompetisi menonjolkan lembaga masing-masing tapi di BakuBantu semua dapat berkolaborasi dan berbaur satu sama lain.

Apa Yang DIlakukan BakuBantu (2)

Hari ini, tepat 50 hari BakuBantu.id terbentuk, kami mendistribusikan 30 paket APD kepada para petugas medis di perbatasan. Info dari kawan, sejak mereka bertugas pada 13 April lalu baru menerima 4-6 buah APD, artinya APD yang mereka gunakan diganti seminggu sekali. Padahal mereka bertugas hampir tiap hari. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, tapi setidaknya ini yang bisa kami berikan sebagai kado lebaran bagi kawan-kawan disana.

Selamat bertugas kawan. Selamat berlebaran untuk kita semua. Lebaran tahun ini bisa jadi lebaran tersulit bagi kita. Tapi jangan berhenti dan menyerah. Sebab saya percaya, tak ada ujian yang tak bisa dilewati, dan siapapun dari kita yang berhasil melewati krisis ini akan menjadi manusia yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Hanya yang terpenting, jangan melewati ujian ini sendirian tapi sama-sama torang #BakuBantu berjuang dan meraih kemenangan.

Satrio Amrullah

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar