#6 Uji Nyali Dibalik Lokakarya Desa

Bagi kebanyakan mahasiswa KKN hal yang mungkin paling mendebarkan adalah saat lokakarya desa, dimana saat itu mahasiswa KKN memaparkan program kerjanya selama 2 bulan kedepan. Disinilah pertama kalinya mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, menyampaikan aspirasi yang ada dalam diri kepada para tokoh dan tetua-tetua adat, mempertahankan argumentasi dengan cara yang elegan, menempatkan diri dalam tempat dan waktu yang tepat. Tuntutan sebagai kaum intelektualis mengharuskan mereka bertindak secara cerdas, berbicara tanpa sok menggurui, menyanggah tanpa menghakimi, mempengaruhi tanpa emosi, menolak atau menyepakati tanpa menyinggung diri.

Seperti halnya lokakarya desa kami semalam. Saya duduk dihadapan warga sebagai moderator yang mengontrol jalannya diskusi. Kenyataannya menjadi seorang moderator bukanlah hal yang mudah. Baik atau buruknya jalan diskusi butuh keterampilan seorang moderator untuk mengontrolnya. Apabila diskusi berlangsung hening maka tugas moderator memancing warga tuk ramai berbicara. Apabila diskusi berlangsung “panas” maka tugas moderator untuk mendinginkan suasana. Atau apabila diskusi berlangsung kaku dan membosankan maka tugas moderatorlah untuk mencairkan suasana dengan pernyataan atau sikap yang memancing gelak tawa. Lebih dari tindakan cerdas yang dibutuhkan seorang moderator, melainkan juga menejemen konflik yang baik.

Bagi mahasiswa yang sering terlibat aktif dalam berbagai organisasi tentu ini bukan sebuah beban yang memberatkan apalagi sampai membuat jantung berdegup kencang. Pengalaman beroranisasi bak menjadi sosok ibu yang mengajarkan banyak hal tentang bagaimana berinteraksi dengan banyak orang. Sebaliknya bagi yang tidak, tentu akan merasakan sensasi debaran-debaran jantung, getaran kaki yang tak terkendali dan gagapnya berbicara seolah ada sekat dalam kerongkongan. Disinilah nampak nyata bagaimana peran organisasi membentuk karakter mahasiswa sebelum akhirnya siap terjun ke masyarakat.

Alhamdulillah, diskusi berjalan sukses. Banyak masukan dan saran yang sangat bagus datang dari masyarakat. Ide yang bahkan tidak kami pikirkan sebelumnya. Hingga akhir diskusi diperoleh 15 program kerja yang mesti diselesaikan selama 7 minggu kedepan, dengan rincian 14 program kerja profesi integral dan 1 program ekstrakurikuler. Akhirnya. Setelah ini, waktunya kerja </

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Site Footer

Sliding Sidebar