#8 Tiga Bidadari Penggelitik Hati

Seperti banyak halnya kisah ‘cinta’ selama KKN, saya juga punya kisah tersendiri 🙂

Tidak dapat di pungkuri bahwa mahasiswa KKN di daerah manapun selalu membawa magnet tersendiri bagi kalangan pemuda-pemudi setempat (apalagi yang jomblo seperti saya ini :D). Percaya atau tidak termasuk mahasiswa KKN itu sendiri banyak yang berharap bertemu dengan sosok menarik di desa KKNnya (termasuk saya :D). Bahkan banyak kisah dosen-dosen yang menjadi saksi hidup mahasiswa bimbingannya bertemu pasangan hidupnya di tempat KKN tersebut.

setidaknya saya menemukan beberapa sosok wanita menarik di desa ini, hehe

pertama adalah tetangga depan posko kami. Masih SMA. Banyak yang mengatakannya ‘kembang desa’. Saya tidak memungkiri itu. Saya akui memang kelihatan seperti itu 😀. Apalagi dia seperti dipingit kedua orang tuanya. Jarang terlihat keluar rumah. Paling-paling hanya duduk di teras rumahnya yang tidak jauh dari posko kami. Teman-teman saya jadi segan untuk PDKT 😀

kedua, adalah bidan desa kami. Bidan desa kami ini masih muda, mungkin seusia dengan kami. Dia adalah alumni akademi keperawatan di Makassar yang baru setahun ini mengabdi di pulau Banggai ini. Masih fresh graduate. Apalagi dia mudah akrab dengan kami, karena memang ada beberapa kegiatan KKN kami yang bekerja sama dengannya. Teman-teman saya pun kadang pura-pura ingin tensi darah hanya karena ingin bertemu dengannya 😀

ketiga, adalah seorang akhwat yang melayani saya ketika fotocopi di kota Banggai. Kabarnya dia seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk yang sedang berlibur di sini, dirumah pamannya yang pemilik fotocopy. Tentu saja saya tidak berani menyapa ketika pertama kali bertemu. Saya tahu informasi ini dari rekan se-posko saya bertanya langsung padanya hehe 😀

Tapi…
Ada hal menarik yang membuat saya tergelitik, sesuatu yang di ungkapkan rekan wanita se-posko kami, Emi. Dia bilang seperti ini

“Sebenarnya kalo kalian itu berpacaran, kalian itu rugi. Kalian sadar atau tidak, bahwa sebenarnya banyak orang-orang di sekeliling kalian yang mengagumi kalian secara diam-diam. Mereka hanya tidak berani mengungkapkan rasa kagumnya itu. Entah itu orang-orang disini, orang-orang di kampungmu, teman-temanmu di kelas, di kampus atau orang-orang yang akan kalian temui kelak suatu hari nanti. Kalau kalian memilih satu orang diantara mereka kemudian berpacaran dengannya, maka kalian kehilangan kesempatan untuk di kagumi oleh banyak orang tersebut. Bahkan kalian mungkin kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan orang yang lebih baik dari apa yang kamu pilih hari ini..”

Great! Entah kenapa saya suka dengan kata-katanya ini 🙂

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar