Teror Bom dan DNA Pemberani Arek-arek Suroboyo

DNA Pemberani Surabaya


Dari ratusan kota yang ada di seluruh Indonesia, Surabaya adalah satu-satunya kota yang mendapat predikat Kota Pahlawan. Ini tidak lepas dari cerita heroik dari masyarakat Surabaya yang tidak kenal takut menghadapi invansi pasukan Inggris pada November 1945. Bayangkan, negara dan pasukan pemenang Perang Dunia II disambut dengan senjata di kota ini.

Dalam sejarahnya, selama lima tahun menghadapi Jerman pada Perang Dunia II, Inggris tak pernah kehilangan satu pun jenderalnya. Namun saat pasukan Inggris mendarat di Surabaya, lima hari kemudian seorang jenderalnya terbunuh. Hal ini membuat Inggris benar-benar marah dan mengultimatum rakyat Surabaya.

Meski menghadapi puluhan ribu pasukan elit berpengalaman disertai persenjataan yang canggih, dan dibombardir dari darat, laut dan udara, TKR dan rakyat surabaya tak gentar menghadapi.

Dalam buku ‘The Fighting Cock’ karya Letkol A.J.F. Doulton dituliskan, “Rakyat Indonesia di Surabaya tak menghiraukan jatuhnya korban. Apabila satu jatuh, yang lain tampil maju ke muka. Bren (senapan mesin ringan Bren Gun) terus bicara, onggokan mayat di barikade menggunung, tetapi rakyat Indonesia datang lagi semakin banyak.”

Tekad dan keberanian rakyat Surabaya sangat teruji.

selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Demikian gambaran tekad dan keberanian rakyat Surabaya dalam orasi Bung Tomo yang begitu terkenal.


Suroboyo Wani
Suroboyo ga wedi, wani!

Hari ini, rupanya ada oknum yang mencoba bermain menakuti-nakuti rakyat Surabaya dengan meledakkan 3 bom sekaligus di tiga lokasi gereja yang berbeda. Tujuan mereka tidak lain adalah menyebarkan teror dan ketakutan kepada seluruh warga.

Maka kita tegaskan kepada siapapun pelakunya, rakyat Surabaya dan rakyat Indonesia pada umumnya, bahwa kita tidak akan pernah takut pada terorisme! Teror yang mereka luncurkan pada hari ini tidak akan membuat kita mundur sejengkal pun untuk terus berjuang mewujudkan bangunan Indonesia yang makmur, aman, damai dan harmoni dalam keberagaman, dalam bingkai NKRI.

Say no to terorism. Kami tidak takut!

Karena DNA kita, DNA Pemberani.

© Satrio Amrullah

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar