Tantangan #OneMonthOneBookChallenge

Membacalah - Satrio Amrullah


Bacalah!” merupakan seruan, tugas, perintah yang pertama kali diturunkan Allah di dalam Al Quran.

Apa artinya? Secara filosofis, aktivitas “membaca” merupakan tugas ilahiah yang sangat penting bagi umat manusia. Lebih jauh lagi, Allah memerintahkan umat manusia untuk mendahului ilmu ketimbang ibadah dan amal perbuatan. Jadi dalam agama yang saya anut, aktivitas literasi sesungguhnya ditempatkan pada posisi yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia.

Namun tampaknya tidak demikian dengan kehidupan bangsa kita. Aktivitas literasi kita masih tergolong sangat rendah. Budaya tulis dan membaca kita masih jauh dari negara tetangga; Singapore, Malaysia, dll. Bahkan di lingkungan kampus sekalipun, kita bisa menghitung dengan jari berapa banyak mahasiswa di dalam kelas yang memiliki minat baca.

Jadi, mengapa kita tak menyalakan lilin?

Bertepatan dengan Peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari ini, saya ingin memperkenalkan kepada teman-teman gerakan #OneMonthOneBookChallenge. Yaitu sebuah gerakan kampanye yang bertujuan menyebarkan kebaikan membaca dan meningkatkan minat baca kita.

Bagaimana gerakan ini dilakukan?

Sangat sederhana, yaitu mulai dengan komitmen menuntaskan satu buku bacaan baru setiap bulan. Terserah buku apa saja, bisa novel, biografi, sejarah, pengembangan diri, dll. Sebaiknya komitmen ini dilakukan diawal bulan. Setiap kali memulai komitmen kamu harus memosting sampul buku baru yang ingin kamu baca tersebut. Sehingga kamu punya catatan dan komitmen diri yang dapat dilihat oleh orang lainnya. Selain itu dengan memosting komitmen diri kamu dimedia sosial akan menginspirasi orang untuk melakukan hal serupa. Jadilah gerakan ini menjadi semakin besar setiap hari. Seperti akun saya ini

View this post on Instagram

Terinspirasi dari mimpi masa kecil untuk membuat perpustakaan pribadi lalu bertemu duta baca Indonesia, Nadjwa Shihab tiga bulan yang lalu menyadarkan saya kembali betapa pentingnya membaca bagi kehidupan kita. Mirisnya minat baca penduduk Indonesia terbilang sangat rendah. Rata-rata orang Indonesia hanya membaca 1 jenis buku dalam satu tahun. Padahal di negara maju penduduknya bisa menamatkan 10-20 buku bacaan setiap tahunnya. Karena itu sejak 3 bulan yang lalu saya berkomitmen dengan diri sendiri untuk mulai membaca sekurang-kurangnya satu judul buku bacaan dalam setiap bulan. Rupanya komitmen tak tertulis ini bisa saya jalankan dengan konsisten. Di bulan November tahun lalu saya menamatkan "Bisakah Orang Asia Berpikir?" karya Kishore Mahbubani. Pertengahan Desember menamatkan "Filsafat Pancasila Menurut Bung Karno". Dan di Januari tahun ini saya menamatkan buku keren berjudul "Nusantara" yang ditulis Bernard H. M. Vlekke pada tahun 1941. Nah memasuki bulan Februari ini, saya ingin menghabiskan sebuah buku baru yang tidak kalah keren, "Keajaiban ASEAN" karya Kishore Mahbubani dan Jeffery Sng. Kedepan, setiap tanggal 1 pada tiap bulan saya akan memosting buku bacaan baru yang akan saya habiskan di bulan tersebut. Lalu di setiap tanggal 30-nya atau di akhir bulan saya akan mencoba menulis resensi dari buku tersebut. Ada satu pandangan menarik yang saya peroleh dari mbak Nana (Nadjwa). Bahwa agar budaya membaca itu bisa tumbuh dalam diri perlu di dorong oleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya budaya tersebut. Salah satu caranya ialah membuat klub membaca, bertukar buku bacaan atau mendiskusikan isi buku bersama teman-teman. Saya lantas terpikirkan untuk membuat gerakan sosial yang bertujuan meningkatkan minat baca. Tapi tidak perlu membuat klub atau komunitas. Cukup memosting atau mengupload foto buku baru yang ingin di tamatkan dalam satu bulan di medsos masing-masing orang pada tanggal 1. Yah mirip-mirip gerakan #30HariBercerita di bulan Januari. Kita beri saja nama gerakan ini #BukuBarudiBulanBaru. Ada yang ingin ikutan? Yuk upload foto buku barumu di bulan Februari ini 😊 Foto: (1) ilustrasi (2) Buku yang saya baca dalam 3 bulan ini. SA

A post shared by Satrio Amrullah (@satrioamrullah) on

Barangkali dengan cara begini, mengajak orang untuk menantang dirinya sendiri secara konsisten membaca buku (minimal 1 buku dalam 1 bulan) bisa memotivasi diri kita untuk meningkatkan minat baca. Saya sendiri pun merasa membutuhkan iklim dan orang-orang sevisi yang sama disekitar saya. Jadi karena itu saya membuat official akun gerakan untuk mengumpulkan kawan-kawan sevisi.

Kalian bisa follow official Instagram nya dan Fanspage Facebook nya.

Gerakan ini kita mulai dari kampanye di media sosial. Tetapi kedepan mungkin kita bisa bertemu, gathering akbar, bila perlu dirangkaikan dengan gerakan tukar buku, atau donasi buku bacaan untuk TBM diberbagai pelosok Indonesia.

Yuk gabung!

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar