#11 Pesta Rakyat Desa Dipenutupan Hari Jadi

Hari ini pembukaan kegiatan “Pesta Rakyat Desa Kokini”. Tepat jam 4 sore kepala desa kami membuka kegiatan dengan resmi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan berbagai kompetisi olahraga seperti lari, futsal, bola dangdut dan volly ball. Ini memang bagian dari konten kegiatan PRD. Lapangan desa kami yang luasnya 1 hektar mendadak sangat ramai. Semua elemen masyarakat hadir menyemarakkan kegiatan, ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda, anak-anak, entah menjadi pemain ataupun hanya sebagai penonton. Seolah tidak mau kalah, berbagai bendera hias dan bendera karang taruna berdiri kokoh, berkibar, membuat kegiatan menjadi semakin semarak.

Kami mahasiswa KKN ikut melebur bersama masyarakat, saling berkompetisi. Kami membuat tim futsal sendiri. Saya yang jarang bermain futsal ini dipercayakan sebagai kiper. Yah walaupun minim pengalaman, tapi saya ‘hanya’ kebobolan tiga gol 😀. Beruntung skor akhir adalah sama 3-3. Ternyata kami tidak buruk juga.

Besok adalah penutupan kegiatan ulang tahun kab. Banggai Laut. Rencanyanya akan diadakan upacara adat dilapangan utama kota Banggai. Sebelumnya, kegiatan ini di buka sejak seminggu yang lalu. Dimeriahkan dengan berbagai konten kegiatan seperti, konser musik, kontes seni, kompetisi olahraga, pemilihan putra-putri banggai, jalan santai, lomba masakan tradisional, dll. Akhirnya besok akan ditutup juga. Jam 7 pagi kami harus sudah berada dilapangan. Mengikuti dan menyaksikan upacara penutupan peringatan ulang tahun Banggai Laut. Nantinya akan di naikkan bendera kebangsaan merah-putih dan bendera kerajaan Banggai. Pembawa bendera ini akan diring-iringi oleh masyarakat dari keraton Banggai hingga di lapangan upacara. Setelah itu akan ada upacara pembelahan telur burung Maleo. Burung ini merupakan burung langka dan merupakan satwa endemik Sulawesi Tengah. Sebenarnya sangat di sayangkan bila satwa langka yang mestinya di lindungi ini menjadi bagian dari upacara adat masyarakat Banggai.

Oh iya, Kabarnya gubernur dan seluruh bupati se-provinsi Sulawesi Tengah akan menghadiri upacara besok. Juga akan hadir Rektor kami (atau yang mewakili), Universitas Tadulako. Maklum kab. Banggai Laut yang baru berusia satu tahun ini merupakan adik bungsu diantara kabupaten lainnya. Bagi masyarakat disini upacara besok merupakan upacara sakral. Karena sakralnya, mereka percaya upacara besok akan di iringi dengan hujan. Hm menarik. Saya jadi ingin membuktikannya. 🙂

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar