#9 Pejuang Yang Diperjuangkan

Seperti namanya, Al Mujahidin yang berarti pejuang, majlis ta’lim desa kami penuh perjuangan untuk di gerakkan.

Majlis ta’lim desa kami sudah terbentuk sejak bulan Januari awal tahun 2014 kemarin. Walau demikian hingga 4 bulan berjalan sejak terbentuk sampai hari ini tidak ada satu program kerja pun yang dilaksanakan. Vakum. Alasannya sederhana, karena tidak adanya inisiatif dari pengurus inti untuk bergerak. Utamanya ketua. Harap dimaklumi, ketua majlis ta’lim desa kami sehari-harinya bekerja di Pasar. Ia berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 8 malam. Jadi tidak ada waktu untuk menggerakkan majlis ta’lim. Apalagi pengurus lainnya juga tidak kritis atau berinisiatif memancing untuk bergerak. Padahal di sisi hulu, majlis ta’lim ini punya kekuatan besar yakni kelompok pengajian dasa wisma yang jumlahnya ada delapan. Berbeda dengan induknya, kelompok pengajian dasa wisma ini justru sangat aktif. Setiap minggu masing-masing dasa wisma selalu mengadakan pengajian. Tapi ya itu, kegiatannya hanya dalam lingkup yang sempit, hanya perkelompok dasa wisma. Bukan desa. Sehingga di perlukan wadah yang lebih besar sebagai tempat untuk menimba ilmu agama islam masyarakat di tingkat desa dan bisa merangkul delapan dasa wisma tersebut, inilah alasan berdirinya majlis ta’lim Al Mujahidin.

Dalam diamnya gerakan majlis ta’lim tadi sesungguhnya terdapat keinginan yang besar bagi masyarakat untuk segera beraksi. Keinginan ini di ungkapkan para ibu-ibu ketika lokakarya desa kami.

“Kami berharap adik-adik KKN ini bisa menfasilitasi majlis ta’lim kami yang vakum ini untuk segera bergerak” begitulah kurang lebih yang mereka sampaikan.

Sebulan kemudian, tepatnya dua minggu yang lalu kami ke kantor KUA. Tentu bukan untuk dafar menikah (belum :D). Tapi untuk mengetahui legalitas majlis ta’lim kami serta ingin mengetahui apakah ada program dari departemen agama yang bisa di jalankan di desa kami. Ternyata majlis ta’lim desa kami belum terdaftar dalam catatan KUA. Alih-alih bisa menjalankan program kerja dari kementrian agama, tercatat pun tidak. Setelah ditelusuri ternyata SK pembentukan pengurus majlis ta’lim tersimpan rapi di rumah ketua umum dan belum dikembalikan ke KUA. Tanpa menunggu waktu lama SK inilah yang kemudian kami kembalikan ke KUA dan mereka pun siap bekerjasama bila diperlukan.

Dua hari yang lalu, rapat kerja kedua majlis ta’lim kami di gelar. Partisipasi warga, utamanya ibu-ibu begitu antusias menyampaikan saran, masukan serta harapan-harapannya kedepan. Banyak dari mereka menginginkan untuk segera beraksi. Beberapa program kerja terukur disusun, kali ini lebih spesifik, juga lebih luas cakupannya bersama waktu dan penanggung jawabnya. Di bidang dakwah ada kajian islam tiap minggu, di bidang pendidikan ada pembentukan Taman Pengajian Anak yang di fokuskan di Masjid, bidang Seni ada pelatihan qasidah serta perayaan hari-hari besar agama, bidang olahraga ada Senam pagi tiap minggu dan volly ball tiap hari, di bidang lingkungan ada pembuatan Taman tanaman keluarga dll. Saya yang melihat mereka berdiskusi pun ketularan semangat mereka yang membara.

Hari Jumat besok, adalah hari spesial. insya Allah majlis ta’lim kami akan bangkit dan begerak. Jumat nanti akan diadakan kajian islami rutin dengan menghadirkan ustadz dari KUA. Insya Allah ini bukan merupakan kegiatan majlis ta’lim kami yang pertama dan terakhir. Melainkan awal kebangkitan untuk bergerak maju.

Selepas rapat kerja kemarin, ibu-ibu menyalami kami satu-persatu sambil mengucapkan terima kasih karena katanya sudah di bantu mahasiswa KKN. Sebaliknya tidak henti-hentinya kami ucapkan bahwa bangkitnya majlis ta’lim desa ini adalah berkat partisipasi dan keinginan warga masyarakat sendiri. Bergerak atau vakumnya majlis ta’lim ada di tangan ibu-ibu. Kami hanya sebatas memfasilitasi. Tapi tentu saja kami pun sangat berharap setelah penarikan nanti, ketika kami harus meninggalkan desa ini, majlis ta’lim Al Mujahidin desa Kokini tetap eksis menyebarkan dakwah islam rahmatan lil alamin di tanah Banggai ini. 🙂

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar