Paradigma Baru Pola Pembinaan Kemahasiswaan Kampus Untad

Hari ini saya berkesempatan mengikuti workshop Penyusunan Kebijakan Pola Pembinaan Kemahasiswaan Universitas Tadulako dengan keynote speaker dari DIKTI. Ada beberapa poin penting yang saya catat dan perlu di ketahui mahasiswa kedepan.

Universitas Tadulako memperoleh akreditasi C oleh BAN-PT bukan karena kualitas pendidikannya, melainkan karena manajemennya kurang tertata dengan baik. Tidak ada sinergi yang solid dan terarah dalam setiap bagian civitasnya. Sebut saja misalnya tidak ada data prestasi mahasiswa, dll. Sehingga ketika tim asesor bertanya, “apa saja prestasi yang pernah diraih mahasiswa Untad?” Jajaran birokrasi kebingungan.

Oleh karena itu, perlu dibangun sebuah sistem yang mengatur tata kelola kerja birokrasi khususnya dalam pembinaan ditingkatan kemahasiswaan. Kedepan rencananya akan dibuat 11 pedoman pokok (atau kurang dari itu), diantaranya (kurang lebih redaksinya): Pedoman penerimaan mahasiswa baru tingkat universitas (sudah ada) dan jurusan (belum ada), Pedoman sistem lembaga kemahasiswaan, pedomaan pengelolaan rusunawa, pedoman KKN mahasiswa, pedomaan pembinaan karir mahasiswa, pedoman pengelolaan beasiswa, pedoman pembinaan mahasiswa berprestasi, dll.

Diantara itu beberapa poin berikut ini yang sangat penting menurut saya untuk dicatat.

Pertama, Pembinaan karir mahasiswa. Saya teringat kata-kata pak warek bima FISIP selaku penjabar materi ini (kalau saya tidak keliru -mudah-mudahan tidak). Beliau mengatakan seperti ini.

“Selama ini pembinaan kemahasiswaan kita diarahkan pada pembinaan yang bersifat organisatoris. Namun kita melupakan satu hal lain. Bahwa mahasiswa itu sebagai individualis tengah menata dirinya untuk karirnya dimasa depan..”

Karena itu kedepan di usulkan akan dibangun Pusat Karir Mahasiswa dibawah Warek Bima. Pusat Karir Mahasiswa ini bergerak dalam pembinaan karir mahasiswa. Salah satu fungsinya ialah mengeluarkan surat pendamping ijazah yang berisi keterangan soft skill yang dimiliki calon Sarjana. Sebagai bentuk pengakuan bagi dirinya.

Selanjutnya tentang pengelolaan KKN mahasiswa. Mengacu pada aturan DIKTI masa kuliah maksimal 5 tahun maka program wajib KKN kedepan akan dibuat lebih fleksibel. KKN mahasiswa Untad saat ini yang turun lapangan selama 2 bulan kadangkala bermasalah karena bertabrakan dengan jadwal kuliah. Padahal mahasiswa dituntut harus hadir minimal 80% pertemuan. Karena memprogramkan KKN yang hanya 4 SKS akibatnya mengabaikan mata kuliah lain yang mestinya bisa diprogram sampai 20 SKS. Masalah ini kemudian coba diatasi.

Kedepan, KKN mahasiswa akan dibagi menjadi 3; KKN reguler (seperti saat ini), KKN terprogram dan KKN mandiri.

KKN terprogram ialah KKN khusus pembinaan lingkungan. Salah satu programnya ialah penaman dan perawatan pohon sejak semester 3 sampai semester akhir kuliah. Bagi mahasiswa yang tidak ingin mengikuti KKN reguler dapat mengambil KKN jenis ini sejak semester 3 dengan syarat menaman dan merawat pohonnya dalam kampus hingga wisuda. KKN jenis ini tidak akan menggangu mata kuliah karena dapat dilakukan kapan saja.

KKN mandiri, ialah KKN yang diusulkan dan dijalankan secara mandiri oleh mahasiswa. Mahasiswa dapat mengusulkan proposal untuk melakukan program project social, dimapaun dia inginkan dan bersama tim yang dia butuhkan dan kapanpun dia inginkan dengan persyaratan memenuhi 4 SKS/minggu. KKN jenis ini memacu kreativitas mahasiswa dalam membangun project sosialnya sendiri. Bagusnya lagi KKN jenis ini dapat berjalan beriringan dengan program Hibah Bina Desa yang di danai DIKTI atau pun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pengabdian Masyarakat. 2 target tercapai dengan sekali jalan.

Berikutnya, masalah Beasiswa. Sampai hari ini kampus Untad hanya memberikan fasilitas bagi mahasiswa dari beasiswa pihak luar. PPA, BBM, Bidik Misi, Bank Indonesia, dll yang dinilai dari IPK. Tapi belum pernah ada alokasi dana kemahasiswaan yang dikelola secara mandiri untuk beasiswa anak didiknya. Akibatnya, banyak dari mahasiswa yang memiliki prestasi ditingkat nasional maupun internasional tidak memperoleh reward apa-apa dari pihak kampus. Iklim apresiasi yang sangat kurang dari pihak kampus ini tentunya akan berimbas pada motivasi mahasiswa untuk meraih prestasi. Sadar atau tidak sadar, salah satu poin penting yang mampu meningkatkan akreditasi adalah prestasi mahasiswa

Selanjutnya yang sangat penting saya catat, pembinaan mahasiswa berprestasi. Sesuatu yang amat sangat penting namun sayang diabaikan. Sebagaimana awal tulisan saya di atas, birokrasi kita nyaris tak memiliki data base tentang prestasi mahasiswanya. Jangan heran birokrasi tidak tahu, dan ribuan mahasiswa Untad juga tidak tahu. Padahal tidak sedikit mahasiswa Untad yang memiliki prestasi baik ditingkat nasional maupun di tingkat Internasional. Jangankan berharap diberi reward berupa beasiswa atau keringanan pembayaran SPP, ditampilkan di khalyak umum saja tidak. Tidak ada peliputan media baik koran lokal maupun televisi, tidak ada spanduk dan baliho sebagai ucapan selamat, bahkan sekedar ucapan selamat secara lisan dari pimpinan birokrasi baik ditingkat Universitas, Fakultas maupun Jurusan pun tidak ada. Nyaris tidak ada penghargaan apa-apa buat mereka mahasiswa berprestasi. Padahal mereka telah berkontribusi mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

Iklim apresiasi ini kedepan akan dibangun menjadi lebih baik. Saya sangat bersyukur, bersama teman-teman kami memulai merintis iklim apresiasi ini sejak setahun lalu dengan event “tadulako menginspirasi”. Di event ini kami tampilkan sosok mahasiswa berprestasi dihadapan ratusan mahasiswa. Bukan hanya itu di event ini juga kami tampilkan karya-karya mahasiswa, entah tari, paduan suara, musik, dance, robotika, otomotif, film dokumenter, dan karya-karya yang lain yang telah meraih prestasi ditingkat lokal, nasional maupun internasional.

Ingin sekali rasanya saya ungkapkan bahwa kami saat ini kami tengah menyusun “tadulako menginspirasi 2014″. Meskipun nyaris tanpa subsidi diberikan birokrasi, namun dengan tulus kami bergerak secara mandiri. Namun saya memilih diam, rasanya lebih baik kami memberikan bukti atas aksi yang kami lakukan ketimbang berorasi panjang lebar.

Selamat buat teman-teman mahasiswa yang terjaring dalam volunteer tadulako menginspirasi 2014. yuk Guys, mari kita sukseskan Tadulako Menginspirasi 2014 ini lebih heboh, lebih waw, lebih spektakuler dari tahun sebelumnya. Kesuksesan event tadulako menginspirasi 2014 ini akan membuka mata orang-orang atas apa yang disebut ‘dedikasi”.

Foto Satrio Amrullah.

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar