Motivasi Berbagi dari Seorang Kawan yang Terpilih

“Kadang Kita Perlu Membuatkan Teh Untuk Orang Banyak Tanpa Pernah Sedikitpun Mencicipi Manisnya Teh Tersebut… “

“Apa prinsip hidupmu?” Tanya saya suatu ketika pada seorang teman.

“Saya punya prinsip bahwa hidup ini haruslah membawa manfaat bagi banyak orang” jawabnya.

Saya kaget ketika pertama kali mendengar ucapannya, yang bahkan saat itu tidak pernah terpikirkan dalam benak saya untuk memiliki prinsip serupa. Saya kira dia hanya omong kosong belaka, namun seiring berjalannya waktu, ucapannya tersebut dia buktikan dengan aksinya. Jika dia dimintai pertolongan dia selalu mengiyakan tanpa pamrih dan berkeluh kesah. Bahkan ketika dimintai tolong pada jam 2 subuh, jika dia mampu maka pasti dia akan datang. keikhlasannya membantu teman-temannya itulah yang belum pernah bisa saya ikuti dari dirinya.

Sebaliknya, saya juga kenal banyak teman-teman yang hebat-hebat, meraih prestasi sana-sini, memiliki banyak kelebihan dibandingkan teman-teman sebayanya, tetapi sayang beribu sayang mereka hanya mementingkan diri sendiri.

Mereka sibuk memperbanyak pencapaian dan prestasi besar tanpa pernah memikirkan atau mengajak teman-temannya agar meraih prestasi seperti dirinya. mengajak maju dan sukses seperti apa yang telah ia capai. Mungkin dia berpikir bahwa hidup ini hanyalah untuk dirinya. Tanpa pernah memahami esensi kehidupan, bahwa dalam setiap pencapaian kita dan apa yang telah kita miliki ada hak orang lain di dalamnya.

Ibarat secangkir teh, ia hanya membuat secangkir teh itu untuk dirinya sendiri, lalu menyicipi manisnya seorang diri.

Saya bangga, bahwa saya masih bisa menemukan teman yang punya kepedulian terhadap orang-orang sekitarnya. Meskipun jumlahnya mungkin hanya beberapa saja. Mereka adalah orang-orang terpilih. Yang memahami dan menyelami makna terdalam dari arti sebuah kehidupan.

Mereka itulah orang-orang yang rendah hati, yang rela berbagi, bekerja keras mendedikasikan dirinya untuk kemanfaatan orang lain. Meskipun mungkin, orang-orang yang dibantunya tak mengenalnya. Meskipun mungkin, orang-orang yang selalu dipikirkannya tak pernah memikirkan dirinya. Meskipun juga, karena dedikasinya yang besar itu hingga tak ada waktu buatnya memetik keberhasilan sebagaimana yang telah dicapai oleh orang-orang yang telah dibantunya.

Sebagai penutup, saya ingin membagikan kalimat dari salah seorang teman saya yang terpilih itu. Sebagai motivasi buat saya dan kita semua untuk terus menebarkan kebaikan dan kemanfaatan terhadap sesama, tanpa pamrih serta mengharapkan sesuatu.

“Terkadang, kita perlu membuatkan teh untuk orang banyak, tanpa sedikit pun mencicipi manisnya teh tersebut. Tapi tenang, masih banyak kok teh di kebun, tinggal minta saja sama tuannya…  dan juga jangan lupa untuk tetap membuatkan teh untuk orang lain kembali.”

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar