#7 Menaklukan 1/2 Pulau Banggai

Sudah 11 dari 15 program kerja KKN kami terlaksana, tinggal 4 program lagi. Padahal waktu masih ada sebulan. Artinya akan ada banyak waktu kosong yang tersisa selain hari kerja. Artinya lagi, hari sisanya adalah hari untuk berlibur. 😀 Saya pernah melakukan survey terhadap teman-teman yang KKN di Banggai Laut ini, sekitar 70% mengakui mereka memang sengaja meminta di tempatkan disini. Alasannya kebanyakan… Apalagi kalau bukan untuk berlibur. Harus saya akui, saya salah satunya (tentu selain untuk pengabdian) 😀

Sudah lebih dua minggu sudah saya tidak lagi menuliskan kisah KKN saya disini, entah kenapa saya tiba-tiba menjadi malas menulis. Tenaga dan pikiran yang terkuras, juga kondisi lingkungan ternyata bisa mempengaruhi minat kita untuk menulis. Tapi cerita kali ini sangat di sayangkan untuk di lewatkan. Hari ini, tepatnya siang hari tadi saya telah menaklukan setengah Pulau Banggai.

Pulau Banggai ini bentuknya bulat lonjong, yang terdiri dari 4 kecamatan; Banggai Utara, Banggai (kota), Banggai Tengah dan Banggai Selatan. Untuk mengelilingi pulau diperlukan waktu kira-kira 3-4 jam. Oh ya, ditengah pulau ada ruas jalan yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat, sehingga Pulaunya nampak dibagi dua. Di sebelah utaranya adalah kec. Banggai dan kec. Banggai Utara sedangkan sisi selatannya ialah kecamatan Banggai Tengah dan Banggai Selatan. Untuk memotong pulau, kira2 diperlukan waktu setengah sampai satu jam perjalanan, tergantung kecepatan.

Siang tadi sepulang dari kantor KUA (dalam rangka program KKN, bukan mau daftar menikah ya :D), saya kebingungan apakah mau pulang cepat, singgah ke warnet atau jalan-jalan dulu. Akhirnya saya putuskan jalan-jalan saja. Sebenarnya saya tidak berani jalan terlalu jauh, pertama karena saya belum tahu medan, kedua motor yang saya kendarai bukanlah milik pribadi. Saya khawatir terjadi sesuatu pada diri saya nantinya, entah tersesat, ban bocor, dll. Tapi saya juga banyak mendengar cerita teman-teman di posko lain yang sudah berlalang buana keliling Banggai, bahkan ada teman di Posko berbeda yang pergi kemah di Pulau kecil tak berpenghuni bersama beberapa OSiN (Orang Asli Sini). Wah, bukankah saya sudah tertinggal? Akhirnya rasa penasaran saya mengalahkan ketakutan saya, dengan sedikit nekat saya putuskan siang ini adalah waktunya saya untuk ekspedisi mengelilingi pulau Banggai.

Untuk kali pertama ini saya memilih untuk mengelilingi setengah pulau saja dulu. Setengahnya lagi nanti di cicil. Sebelah utara pulau saya pilih karena karena kabarnya sebelah utara ini lebih dekat jaraknya untuk di jelajahi.

Mio matic, hasil pinjaman dari ketua karang taruna saya pacu. Bersama seorang rekan se Posko ekspedisi ini kami mulai dari arah barat ke Utara kemudian ke Timur dan kembali ke Barat lagi. Kokini, Lompio, Tanoh Bonunungan, Dodung, Potilpololoba, Paisu Batango, Bone Baru, Paisu Masoni, Popisi, Tolisetubono, Lokotoi, Kendek, Bolitan dan kembali ke Kokini.

Selama perjalanan saya terkagum-kagum dengan pemandangaanya. Kolaborasi sempurna antara Hutan, kebun, tebing, Pantai, deretan pulau-pulau, laut dan langit yang biru. Di Potilpololoba saya kami berhenti, memandangi indahnya gugus pulau-pulau Banggai Laut dari atas tebing jalan yang curam.

Di Bone Baru kami mampir di Pantai terindah yang pernah saya singgahi. ‘Bongo’, kawasan ekowisata khatisliwa Alam Bahari, begitulah yang tertulis di pintu masuknya. Pantainya bersih, pasirnya putih, airnya biru kehijau-hijauan, di depannya ada pulau besar. Sungguh indah. Di Poisu Masoni saya terkagum-kagum dengan desanya yang teratur rapi, beraih sekali ditambah umbul-umbul warna-warni. Di Lokotoi kami melewati perkebunan yang rindang, gelap dan lembab, tidak heran jalan aspal yang kami lewati pun sampai ditumbuhi lumut. Walau harus berhati-hati tapi kami menikmatinya. Di Kendek, desa yang luas dengan garis pantai yang indah, dll. Setengah pulau Banggai sudah kami jelajahi. Pesonanya yang indah puas kami nikmati.

Sungguh indah memang alam negeri kita. Bersyukur, saya bisa menikmati ini semua.

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar