Kisah dibalik “Tadulako Menginspirasi” (1)

logo tadulako menginspirasi

“Suatu kebanggan bagi saya, bisa berdiri di panggung ini dihadapan teman-teman dari lebih 750 orang mahasiswa, sebagai ketua panitia ‘tadulako menginspirasi’. Untuk pertama kalinya ada sebuah kegiatan yang murni di inisiasi oleh teman-teman mahasiswa lintas prodi, lintas jurusan, dan lintas fakultas se-Universitas Tadulako tanpa di belakangi oleh UKF maupun UKM universitas. Teman-teman ini memiliki satu tujuan, satu tekad, satu visi, serta satu keinginan yang sama untuk menggaungkan nama alamater di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Hari ini adalah langkah awal kami, menyebarkan semangat optimisme bahwa kita mahasiswa Untad tidak kalah dengan mahasiswa-mahasiswa lain diluar sana…”

Demikian lah kurang lebih sambutan saya dalam pembukaan kegiatan tadulako menginspirasi pagi itu. Pikiran saya kemudian mengawang-awang membayangkan awal mula lahirnya gerakan tadulako menginspirasi ini. Suatu perjuangan yang luar biasa. Juga berkat kerjasama tim yang mantap hingga melahirkan event paling spektakuler yang pernah saya ikuti di kampus Untad. Kampus saya sendiri. Bertambahlah kebanggan saya, sebab hari itu saya berdiri sebagai ketua panitia.


***

September 2013, seusai kegiatan seminar Internasional yang dilaksanakan International Office Untad, teman saya Andi Rizky Hardiansyah tiba-tiba berkata,

“Yo, ayo kita buat event yang bisa menginspirasi teman-teman mahasiswa!”

Rizky adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FKIP angkatan 2010. Pertama kali saya bertemu ‘mungkin’ di depan ruang wakil dekan bidang kemahasiswaan. Ketika itu saya sedang mengurus proposal OSN Pertamina 2012 bersama Pujiati Sari. Sedangkan Rizky juga tengah mengurus proposal YORECO. Yang saya tahu saat itu, Rizky adalah rekan setim Puji yang juga ikut event YORECO 2012 di Padang. Belakangan saya ketahui Rizky merupakan salah satu mahasiswa berprestasi di FKIP. Sering mengikuti kegiatan-kegiatan nasional mewakili almamater, juga merupakan alumni PIMNAS yang saya impikan. Bahkan Oktober 2013 kemarin, bersama-sama dengan Puji melalang buana di negeri Ratu Elizabet sebagai salah satu presenter ISIC London 2013. Tampaknya bukan hanya salah satu, namun juga ‘paling’ berprestasi. Karena Rizky merupakan MAWAPRES FKIP Untad tahun 2013. Entah bagaimana ceritanya saya bisa akrab dengan Rizky ini.

“Ayo!”, jawab saya. “tapi event yang seperti apa?”

“Begini, di event ini kita undang mahasiswa-mahasiswa berprestasi Untad. Kita undang mereka, kita beri mereka waktu menyampaikan inspirasinya, prestasinya dan karya-karyanya. Tujuannya supaya teman-teman mahasiswa yang melihat terinspirasi dan berbuat lebih untuk berprestasi seperti mereka. Target kita adalah seribu orang mahasiswa Untad.” Katanya mantap.

Luar biasa, kata saya dalam hati. Sudah sejak lama saya pun punya keinginan yang sama dengan Rizky. Keinginan saya tersebut pernah saya utarakan kepada salah seorang senior setelah saya menonton video TEDxJakarta. Namun karena kurangnya respon ide keinginan tersebut lambat laun redup. Dan luar biasanya hari itu, entah dari mana asalnya tiba-tiba ada teman yang mengajak untuk mewujudkan ide serupa.

“Wah boleh Ki, sudah lama saya juga pengen buat yang seperti itu. Tapi siapa yang mau bantu jadi panitia?”
Tanya saya

“Bagaimana kalau teman teman anakUntad?” jawabnya

Ya, Jawaban yang persis dengan yang ingin saya ajukan. Rizky tahu saya sempat menginisiasi berdirinya komunitas anakUntad.com. Pun beberapa minggu sebelumnya telah diadakan oprec volunter anakUntad.com. tapi sebenarnya ada beberapa alasan mengapa anakUntad dipilih jadi organizer commite. Yang pertama, agar manfaatnya terasa besar maka event ini haruslah dibuat besar. Tapi kalau mau buat event ini besar maka harus ada keterlibatan atau minimal koordinasi antar fakultas se-Untad. Disinilah kerepotannya. Rizky dan saya sama-sama tidak punya “wadah” di tingkatan Universitas yang sesuai dengan event ini. Rizky mungkin aktif di UPIM, tapi UKM itu fokus di bidang dakwah. Sedangkan saya aktif di BRM, tapi itupun fokus dibidang keilmiahan. Mestinya event ini bisa di naungi oleh BEM Universitas. Namun saya sama sadar, BEM Universitas hanya suasana politiknya yang hidup. Selain itu baik saya maupun Rizky juga tidak punya link dengan anak anak BEMUT tersebut. Belum ditambah jika ide yang kami sampaikan ini tidak diterima nantinya. Akhirnya diputuskan event ini tidak dinaungi lembaga maupun UKM Universitas, melainkan mandiri inisasi oleh rekan-rekan mahasiswa yang siap jadi volunter nantinya.

Yang kedua, tujuan dari event ini persis sama dengan misi anakUntad.com. anakUntad.com itu sendiri bukanlah sebuah lembaga legal sebagaimana UKM UKM Universitas, melainkan hanya sebuah komunitas yang di isi oleh orang-orang yang ingin menggaungkan nama Untad ke nasional. Persis seperti maksud dari event ini sendiri. Waktu itu saya berpikir event ini pasti sangat cocok dengan anakUntad.com, selain sesuai dengan karakter teman-teman volunter anakUntad.com juga karena teman-teman volunter ini berasal dari lintas fakultas se-Untad.

“Setuju. Tapi saya beritahu dulu teman-teman tentang ide ini. Kapan bisa diskusikan ide ini lagi?” Tanya saya.

“minggu ini dengan minggu depan sepertinya saya ga bisa. Bagaimana kalau dua minggu depan? Tapi hari pastinya nanti saya kabari” katanya.

“Oke, saya setuju.”

***

(Untuk hari ini kisahnya bersambung ke Part 2 ya, semoga ga lama … 😀 )

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

4 comments: On Kisah dibalik “Tadulako Menginspirasi” (1)

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar