#2 Kahakitang Kami Datang

KM. Metro Teratai
KM Metro Teratai, kapal ekspedisi kami menuju pulau Sangihe

Suara KM. Metro Teratai mulai menderu, memecah keheningan malam pelabuhan Manado. Tepat pukul 19.00 terompet panggilan terakhir pun dibunyikan. Tidak berselang lama kapal penumpang berukuran sedang ini bergerak perlahan-lahan meninggalkan pelabuhan menuju daerah lokasi tujuan, kota Tahuna, ibukota kabupaten kepulauan Sangihe.

Kota ini akan menjadi tempat transit kami untuk sementara waktu, sambil mengikuti acara pelepasan tim ekspedisi nusantara jaya Sulawesi Utara bersama pejabat Kemenkomar beserta Bupati Kepulauan Sangihe esok paginya.

Namun ada yang membuat saya gagal move on di Pelabuhan Manado senja itu. Pesona jembatan Soekarno yang berdiri megah disepanjang pelabuhan nampak ciamik dengan aktivitas orang-orang dibawahnya. Jembatan yang baru dibangun kurang dari 2 tahun itu seolah menjadi pintu gerbang bagi setiap kapal yang datang atau kapal yang pergi meninggalkan pelabuhan tua Manado.

Atribut topi dan kemeja ENJ yang kami kenakan di dalam kapal nampaknya mengundang perhatian penumpang lainnya. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya kepada kami. Saya pun menyempatkan diri untuk bertegur sapa bersama mereka, sekedar menanyakan kabar serta mencari informasi mengenai pulau pengabdian kami, pulau Kahakitang.


Pulau Kahakitang via Google Earth
Pulau Kahakitang via Google Earth

Kahakitang adalah pulau terbesar dalam gugus kecamatan Tatoareng, dimana Kahakitang tidak lain adalah ibukota bagi kecamatan ini. Pulau kahakitang juga termasuk dalam jalur pelayaran Sabuk Nusantara 38.

Luas pulau ini menurut BPS berukuran 12,08 km persegi. Mayoritas masyarakatnya beragama Kristen Protestan sebagian kecil Kristen Khatolik dan Islam. Profesi rata-rata adalah petani kelapa, pala, cengkeh dan nelayan. Potensi pariwisatanya adalah pantai dengan terumbu karang yang kabarnya sangat indah dan masih alami. Selain itu di sepanjang tebing pantai Pulau Kahakitang terdapat gua sarang burung walet yang juga berpotensi sebagai objek wisata

Yang menarik dari pulau ini adalah tantangannya. Luas pulau yang kecil menjadikan pulau ini kesulitan memperoleh sumber air tawar. Sehingga praktis semua masyarakat disana mengandalkan curahan air hujan untuk proses masak, mandi dan cuci. Saya hanya membayangkan bagaimana bila selama 10 hari kami disana ternyata tidak ada hujan yang jatuh mengguyur. Yah mungkin saya akan membuat rekor baru “tidak mandi terlama sepanjang hidup”. Mengalahkan rekor saya sebelumnya yang tidak seberapa lama, hanya 2 hari 1 malam.

It’s okay, kalau hanya persoalan tidak mandi sepertinya tidak terlalu buruk. Namun benak saya tiba-tiba terpikirkan, bagaimana dengan urusan kakus ya? Ah jangan bilang kami harus melakukannya di pinggir pantai. Sumpah, untuk yang satu ini saya tidak bisa membayangkan

Selain air tantangan berikutnya ialah listrik. Sumber listik pulau Kahakitang berasal dari pembangkit listrik darurat yang hanya akan dinyalakan saat petang hari sampai pukul 9 malam. Berarti listrik disana hanya akan menyala kurang lebih 3 jam setiap hari. Hm.. yah cukuplah buat charge handphone setelah seharian digunakan untuk selfie

Masih ada tantangan terakhir yang cukup menggemaskan juga, yaitu signal. Di Kahakitang signal jaringan seluler kabarnya juga sulit terjangkau. Hanya daerah-daerah tertentu di sisi pulau saja yang dapat dijangkau oleh signal. Itu baru jaringan komunikasi ya, bukan jaringan internet. Yang belum kami ketahui apakah bila selama listrik nanti mati jaringan seluler pun ikut mati juga?

Oleh karena itu dengan ini saya ijin pamit, untuk 10 hari kedepan mohon maaf apabila nomor atau semua media sosial saya tidak bisa dihubungi untuk sementara waktu. Terutama sekali tidak bisa ikut mengikuti pesan broadcast teman-teman atau mengupdate status baru 😁

Tidak terasa ternyata waktu telah memasuki subuh hari. Yang berarti tidak lama lagi kapal ini akan segera mendarat di pelabuhan Tahuna. Saya harus segera bersiap-siap.

Kahakitang, apapun tantangan ditempatmu, kami datang.

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar