Jelang Pimnas 29, Untad Gigit Jari

Kembali terulang, PKM Untad akan berada pada titik terendahnya setelah 5 tahun bangkit. Pasalnya pelayanan administrasi maupun informasi pihak birokrasi kepada mahasiswanya jauh dari kata memuaskan.

Pada pertengahan tahun 2015 terjadi perombakan pejabat struktural Untad hingga pada tingkatan staff. Hal ini berimbas pada pelayanan administrasi PKM yang tidak berjalan maksimal. Staff yang dulunya pakar melayani administrasi PKM digantikan oleh orang baru yang awam tentang PKM. Akibatnya banyak keluhan mahasiswa yang kebingunang karena dilempar kesana-kemari hanya untuk mendapatkan username dan pasword pada saat proses awal pendaftaran PKM.

Apa yang kemudian terjadi adalah berkurangnya jumlah proposal PKM yang masuk dan didanai secara drastis. Sebagai perbandingan, tahun 2013 PKM lolos didanai berjumlah 39 proposal. Tahun 2014 menjadi 24 proposal. Tahun 2015 anjlok tinggal 6 proposal saja!

Yang sedikit mengagetkan ialah respon pak Rektor yang mengungkapkan kekecewaannya di media serta berjanji akan membentuk tim Pengelola Pusat Kreativitas Mahasiswa dan Pengembangan Karir. Kaget, karena ini pertama kalinya saya mendengar pak Rektor berbicara mengenai PKM dan mungkin juga ini kali pertama PKM menjadi trending topik ditataran birokrasi.

Akhir Februari 2016 bertepatan dengan dibukanya gerbang PKM GT dan AI tim yang di janjikan pak Rektor ini kemudian dikukuhkan.

Kini setelah 5 Bulan berjalan, bagaimana perkembangan PKM Untad?

Bagi saya masih sama bahkan menurun. Gairah PKM Untad kini mencapai titik terendahnya. Banyak mahasiswa pejuang PKM dan juga dosen-dosen Pembina PKM hilang satu persatu. Pelayanan PKM Untad bahkan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

Barangkali tak banyak yang tahu bahwa hingga hari ini ke enam tim PKM Untad belum di monev oleh DIKTI. Kabar terakhir yang saya dengar karena sedikitnya jumlah tim PKM Untad yang lolos tahun ini maka DIKTI menetapkan pelaksaan Monev kampus Untad di lakukan diluar provinsi. Namun karena keterbatasan dana maka pihak kampus mencoba mencari alternative lain.

Padahal jadwal PIMNAS 29 telah di tetapkan, 8-11 Agustus 2016. Dengan IPB menjadi tuan rumah. Itu artinya kurang 2 minggu lagi pelaksanaan PIMNAS 29. Sangat memprihatinkan bukan?

Bila mengikuti hasil rapat nasional maka minggu ini adalah minggu penetapan peserta PIMNAS 29.

Mungkinkah peserta PIMNAS 29 akan ditetapkan oleh DIKTI sementara masih ada calon peserta di kampus lain yang belum dilakukan monitoring dan evaluasi? Atau mungkinkah pihak kampus yang tidak memperjuangkan mahasiswanya untuk mengikuti monev yang ditetapkan oleh DIKTI?

Saya berdoa, semoga tidak ada lagi statement kekecewaan “sebatas media tanpa aksi” yang diungkapkan rektor atau pimpinan kampus bilamana di PIMNAS 29 ini, Untad hanya bisa gigit jari!

Tulisan ini saya telah dipublikasikan di website anakuntad.com

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar