Istiqamah Dijalan Juang

Sewaktu SD saya bercita-cita menjadi pilot, maka saya suka sekali belajar sains. Hingga saya SMP kecintaan saya terhadap sains semakin besar, apalagi mengenai luar angkasa. Dari situ cita-cita saya bertambah tinggi, pengen tak sekedar jadi pilot pesawat penumpang saja, melainkan menjadi pilot pesawat luar angkasa, seorang astronot. Maka saat SMA saya belajar ilmu astronomi, dan itu menghantarkan saya jadi yang terbaik kelima se-kota Palu.

Namun setelah saya belajar astronomi saya menyadari bahwa ilmu astronomi itu tak lain adalah pengembangan dari ilmu fisika. Bahkan ilmu fisika jauh lebih menarik dari astronomi karena tak hanya mempelajari cosmos saja melainkan inti atom pun juga. Dari situ cita-cita saya berubah lagi pengen menjadi fisikawan yang mendunia. Dan cita-cita itulah yang menghantarkan saya menjadi seorang mahasiswa fisika hingga saat ini.

Sungguh aneh, ketika saya mendalami fisika saya semakin menyadari bahwa tujuan saya belajar selama ini sesungguhnya adalah agar pengetahuan yang saya miliki bisa diterapkan dan membawa manfaat bagi banyak orang. Maka dari situ cita-cita saya jadi makin sederhana, menjadi orang yang paling bermanfaat bagi dunia.

Untuk itu, ada dua jalan yang dapat saya tempuh, melanjutkan cita-cita saya sebelumnya, menjadi seorang fisikawan, ilmuwan, penemu. Dan dari temuan itu membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan dunia.

Atau yang kedua, menjadi pemimpin negeri, entah menteri atau presiden sekalipun. Sebab dengan menjadi pemimpin maka peluang untuk berkontribusi bagi kebermanfaatan banyak orang sangatlah besar dibanding hanya rakyat biasa saja.

Setelah saya pikir-pikir, keduanya bisa seiring sejalan. Tinggal waktu yang menentukan. Bisa isiqamah tidak pada pilihan. Melihat yang lalu lalu, betapa diri ini mengalami begitu banyaknya perubahan seiring perkembangan pengetahuan dan kepribadian.

Namun setidaknya, saya telah membuat pilihan, mau kemana diri saya sekarang dan apa yang akan saya lakukan kedepan.

*renungan memaknai kehidupan

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar