Indonesia Poenja Tjerita, Bung Hatta dan Hari Buku Sedunia

Quotes Bung Hatta-01
Lukisan ini saya buat saat kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya, Sulawesi Utara tahun 2017

Di Malang kemarin saya membeli sebuah buku yang cukup menarik, judul bukunya “Indonesia Poenja Tjerita”.

Buku ini di susun oleh tim @SejarahRI dan dibuat untuk menceritakan potongan kisah dari sejarah Indonesia yang tidak tercantum dalam buku-buku sejarah yang kita kenal selama ini. Tulisannya dibuat ringan dan disertai ilustrasi gambar, sehingga tidak membuat pembaca cepat bosan. Yup, berdasarkan pengantar tim penyusunnya, buku ini memang sengaja dibuat demikian untuk mempopulerkan sejarah Indonesia kepada generasi milenial.

Ternyata banyak potongan sejarah negeri ini yang jarang diketahui oleh publik.

Sebagai contoh, saat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 itu, suara bung Karno sesungguhnya tidaklah terekam. Suara yang kita dengarkan selama ini rupanya adalah hasil reka ulang pembacaan teks proklamasi pada tahun 1951.

Lalu suara siapa yang disiarkan melalui radio keseluruh dunia pada malam kemerdekaan 17 Agustus? itu adalah suara Yusuf Ronodipuro, seorang penyiar RRI yang kemudian menjadi duta besar Indonesia.

Ada lagi, perintah pertama bung Karno setelah terpilih menjadi presiden RI ialah perintahnya kepada tukang sate yang ditemuinya dipinggir jalan. Perintahnya ialah, “sate ayam 50 tusuk!“. Lalu bung Karno pun jongkok didekat selokan kotor dan melahap 50 tusuk sate ayam. Ini adalah pesta perayaan dirinya terangkat jadi Presiden pertama RI.

Masih banyak kisah-kisah menarik lainnya yang terangkum dalam buku ini, tapi (agar tulisan ini punya keterkaitan dengan judulnya 😅) saya ingin membagikan kisah bung Hatta, salah satu sosok proklamator kemerdekaan Indonesia, yang juga jarang diketahui publik.


Bung Hatta - World Book Day
Quotes bung Hatta. Foto: instagram.com/satrioamrullah

Bung Hatta, wakil presiden pertama RI ini, adalah seorang kutu buku tulen (kedengaran lebih enak ketimbang menyebutnya maniak buku kan?) Ia sudah membaca dan mengoleksi hampir 30 ribu judul buku. Rasa cintanya terhadap buku memang betul-betul tak terhingga. Ke mana bung Hatta menetap, ke situ pula ribuan buku itu ikut serta. Bahkan saat di asingkan oleh Belanda ke Boven Digul (Papua) atau ke Banda Neira (Maluku) pun, 16 peti bukunya ikut dibawa.

Sebagai gambaran 1 peti itu ukurannya 0,5 meter persegi. Jadi kalau 16 peti itu ditumpuk ukurannya seperti ruangan kamar 2 x 2 x 2 meter. Itulah buku yang selalu dibawa kemanapun bung Hatta menetap dalam waktu lama.

Selain penggemar buku, bung Hatta juga seorang pejuang sejati. Dia pernah berjanji tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka, dan rupanya janjinya itu betul-betul ditepati. 3 bulan setelah Indonesia merdeka, pada usia yang cukup tua (43 tahun), bung Hatta baru menikah. Dan mahar yang dia berikan kepada istrinya ialah sebuah buku yang ditulisnya saat di pengasingan. Yup, lagi-lagi buku.

Gaji bung hatta sebagai wakil presiden lebih banyak dihabiskan untuk membeli buku. Dan tahukah kamu, pendingin udara pertama yang dimiliki bung Hatta dipasang dimana? Yup diperpustakaan pribadinya. Disanalah dia banyak menghabiskan waktunya setelah mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Dalam sehari bung Hatta bisa membaca 6 sampai 8 jam. Dan semua bukunya tersebut dirawatnya dengan baik, dari noda, lipatan atau coretan.

Hingga bung Hatta meninggal, dia tidak meninggalkan harta apa-apa untuk anak dan istrinya. Kecuali 10.000 judul buku yang tersimpan dalam koleksi perpustakaan pribadinya.

Membaca cerita bung Hatta dengan bukunya ini kadang saya jadi malu sendiri. Betapa generasi muda Indonesia saat ini justru banyak yang menjauhi buku.

Dan saya adalah salah satu dari generasi tersebut. Meski tak sebanding dengan apa yang dilakukan oleh bung Hatta, saya ingin berubah. Saya ingin membangun berkomitmen dalam diri untuk bisa lebih dekat dengan buku-buku.

Alhamdulillah, komitmen yang saya bangun sejak 6 bulan lalu, sampai hari ini masih bisa saya jalankan dengan baik. Tantangan membaca #OneMonthOneBookChallenge bisa saya selesaikan setiap bulannya.


Indonesia Poenja Tjerita - Book of The Month
Book of this month, Indonesia Poenja Tjerita. Foto: instagram.com/satrioamrullah

Yup, bukuIndonesia Poenja Tjerita” adalah ini adalah buku saya dibulan ini.

Hari ini, 23 April 2018, bertepatan dengan peringatan hari buku se-dunia, saya kembali mengajak kepada teman-teman semua, yuk membiasakan diri membaca, minimal satu buah buku dalam setiap bulannya. Mari kita ikuti jejak bung Hatta dan para pendiri bangsa. Percayalah, tidak ada satu orang besar di dunia ini yang tidak memiliki kebiasaan membaca.

Selamat Hari Buku se-Dunia.

©satrioamrullah

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar