Bangsamu Bukanlah Bangsa Kecoak

Candi Borobudur - Satrio Amrullah


Tahukah kamu, candi Borobudur ini pertama kali di bangun oleh nenek moyang kita, ketika tanah Belanda baru saja ditemukan dan dihuni oleh manusia Eropa. Jadi jauh sebelum negeri Belanda itu muncul di peta dunia, negeri kita telah menggapai puncak kejayaannya di Asia Tenggara. Pada masanya, dahulu, peradaban nenek moyang kita pernah melampauhi peradaban bangsa-bangsa Eropa.

Delapan abad kemudian orang-orang Eropa mulai mendatangi negeri kita. Mereka terpesona dengan kekayaan alam negeri ini, lalu termotivasi untuk menguasai.

Tiga ratus lima puluh tahun lamanya mereka berkuasa. Selama itu pula bukan hanya kekayaan alam, jiwa dan raga kita yang terjajah, lebih daripada itu, melainkan juga mental kita.

Mereka berhasil membuat stigma bahwa bangsa Eropa adalah bangsa terhebat di dunia, sementara bangsa kita adalah bangsa kacung yang patut bertekuk lutut dihadapannya.

Mereka memang cukup cerdik. Mereka tahu mereka tak berkutik, bila berhadapan dari sisi jumlah prajurit. Jumlah mereka yang hanya puluhan ribu saja, melawan pejuang kita yang jumlahnya jutaan jiwa.

Karena itu mereka memperdaya kita dengan politik adu domba. Membuat kita saling memusuh dan saling membunuh. Sesama, sebangsa.

Maka kawan, mari kita belajar dari kisah ini.

Kini tujuh puluh tahun sudah Indonesia merdeka. Tetapi masih sering saja kita temui warisan mental-mental pemuda yang terjajah.

Mereka selalu memandang bangsanya dengan sebelah mata. Seolah tak percaya diri, bahwa kelak Indonesia kan berdikari. Mereka adalah generasi-generasi pencibir, yang benaknya hanya dipenuhi oleh pikiran-pikiran nyiyir.

Adu domba warisan penjajah juga selalu memenuhi beranda kita. Bukannya saling bersinergi untuk membangun negeri, energi kita malah habis untuk saling memusuhi.

Maka cobalah renungkan kembali siapa sesungguhnya jati diri kita, leluhur kita dan bangsa kita. Kamu akan temui bahwa pada setiap darah yang mengalir dalam tubuh kita, membawa DNA moyang kita, lehuhur kita, DNA Indonesia, DNA digdaya.

Ketahuilah kawan, pada tahun 2045 nanti, tepat diusia 100 tahun kemerdekaan Indonesia, negeri kita akan menjadi negara kelima dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Bersama dengan China, Amerika, Jepang dan India, kita akan menguasai 40% total ekonomi dunia.

Ketahui juga, bahwa pada saat negara-negara maju didunia mengalami penurunan angka angkatan kerja, kita justru menerima bonus demografi. Dimasa datang 70% penduduk dunia akan berada di Asia.

Indonesia dengan negara terbesar ke-7 didunia, populasi terbanyak ke-4 di dunia, dan penguasa ekonomi ke-5 didunia dimasa depan, akan diberikan akses yang lebih untuk memegang peran kunci menjaga kawasan dan perdamaian dunia. Saat ini dengan tanpa kapal induk dan senjata nuklir, Indonesia sudah berada di urutan ke-14 militer terkuat didunia. Di 2045, Indonesia bisa menggunakan pengaruhnya untuk menempatkan diri menjadi anggota tetap dewan keamanan PBB, bersama USA, Rusia, Tiongkok, Inggris dan Prancis.

Dan kamu perlu tahu kawan, tugas itu rupanya jatuh pada generasi kita. Kita yang kini berusia 18-30 tahun, di 2045 nanti kitalah yang kelak memegang posisi-posisi strategis negeri ini. Kitalah yang menjadi Presidennya, kitalah yang menjadi DPRnya, kitalah yang menjadi Panglimanya, kitalah yang membuat kebijakan dan membawa negeri ini pada kemajuan.

Masa depan adalah milik kita, milik bangsa Indonesia. Kejayaan nenek moyang kita pada masa Dinasti Syailendra, Majapahit dan Sriwijaya kelak akan terulang kembali pada masa kita.

Bersiaplah, kawan.
Selamat #HariKebangkitanNasional.

Kediri, 20 Mei 2018.

© Satrio Amrullah

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar