#2 Kesadaran Berbahasa Asing dalam Jepitan Nasionalisme Sempit

Bahasa Asing dan Nasionalisme Sempit

Untuk membayangkan betapa bodohnya saya dalam berbahasa Inggris, saya gagal mentranslasi kalimat sesederhana ini: “saya berbeda denganmu”, dengan benar. Padahal kalimat itu hanya terdiri dari empat kata; saya, berbeda, dengan, kamu. Tapi tetap saja, jawaban saya keliru. Ke-engganan saya memperlajari bahasa Inggris sejak SMA membawa saya pada berbagai kondisi sulit dikemudian hari. Prinsip nasionalisme sempit yang saya anut itu nyatanya justru mengekang diri saya sendiri. Saya akan selalu menghindari membaca buku-buku, atau jurnal bahasa asing. Meskipun saya punya akses terhadap

Baca Selengkapnya

#1 Bahasa Inggris Adalah Musuh Saya Nomor Satu

Satrio Amrullah - Kampung Inggris

Bila para pelajar kebanyakan memusuhi fisika dan matematika, maka saya adalah adalah pelajar yang berbeda. Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang paling saya musuhi dalam hidup. Ketidaksukaan saya terhadap mata pelajaran ini bukan karena bahasa Inggris itu sulit, tetapi lebih dikarenakan mempelajari bahasa asing tersebut telah mengusik rasa nasionalisme yang ada dalam diri saya. Dalam raga saya yang masih remaja kala itu, saya melihat banyak orang-orang disekitar saya merasa bangga bila ia bisa menguasai bahasa asing dengan baik. Mereka akan

Baca Selengkapnya

Site Footer

Sliding Sidebar