3 Tipe Golongan Manusia

Kata Sam Maulana (penulis buku catatan akhir kuliah) ada 3 tipe golongan manusia.

Yaitu orang-orang yang membicarakan masa depan (golongan A), orang-orang yang membicarakan masa sekarang (golongan B) dan orang-orang yang membicarakan teman-temannya (golongan C)

Kecenderungan orang-orang golongan A ialah berani bermimpi besar, They hate talking small.

Mereka adalah orang berpengaruh dan berkarya, menciptakan project, membuat community, public speaker, penulis, pengusaha, CEO, manager, dan seterusnya.

Ketika berbincang dengan mereka, mereka selalu membahas tentang peradaban atau nobels. Mereka berani bermimpi, dan ngimpinya nggak tanggung-tanggung. Bagi orang kecil, mungkin apa yang mereka bicarakan itu muluk dan ngayal. Tapi mereka punya alasan yang tepat untuk meng-counter anggapan itu,

Mereka-mereka adalah orang yang nggak lagi mikirin perut, dari awal berkarier, motivasi mereka bukan uang. Mereka tidak lagi mengejar dunia, dan selalu membahas tentang kematian, “kalau nanti mati, mau dikenang sebagai apa?” Kebanyakan mereka pengin menjadi bagian dari sejarah.

Berbeda dengan kecenderungan orang-orang golongan B.

Hari ini mereka menjalankan kehidupan seperti orang normal: bangun pagi, berangkat kerja, pulang kerja, weekend istirahat, akhir bulan terima gaji. Mereka adalah orang-orang yang paham betul sama tanggal atau bulan yang ada long weekend-nya dalam satu tahun.

Ketika ngobrol bareng mereka, pembahasannya seputar kebutuhan hari ini atau perbincangan normal lainnya.

Nggak ada fantasy dalam pembicaraan bersama mereka. Mereka tidak tertarik dengan sesuatu yang sifatnya dreaming, peradaban, atau sejarah. Mereka hanya tertarik pada hal yang logic, pasti, posisi, angka, dan normal. Hidupnya penuh dengan deadline kerja, seperti dikejar-kejar sesuatu.

Beda lagi dengan orang-orang golongan C.

Hari ini mereka menjalankan kehidupan seperti orang-orang golongan B, walaupun golongan B masih terlihat lebih normal dibanding golongan C. Golongan C ini dipenuhi sama orang-orang yang absurd. orangnya nerima, saat ini dapet apa, ya itu jatah mereka, tidak ada effort lebih, tidak ada target, tapi punya mimpi, sayangnya takut untuk memulai, minder.

Ketika membahas tentang dreams, mereka menanggapi ini seperti cerita angan-angan aja —ngayal. They are people who called themself a dreamer, but keep in sleeping mode.

Buat kebanyakan orang ngobrol sama mereka relatif lebih asik, dan hal yang paling seru ketika ngobrol sama mereka adalah ketika ngomongin teman-temanya atau ngomongin orang lain.

Kesimpulannya kawan, jadilah apa yang kamu mau. Cerminkan dengan sikap dan ucapanmu. Sebab perbincanganmu hari ini mencerminkan karakter dan masa depanmu esok hari.

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar