#2 Kesadaran Berbahasa Asing dalam Jepitan Nasionalisme Sempit

Bahasa Asing dan Nasionalisme Sempit

Untuk membayangkan betapa bodohnya saya dalam berbahasa Inggris, saya gagal mentranslasi kalimat sesederhana ini: “saya berbeda denganmu”, dengan benar. Padahal kalimat itu hanya terdiri dari empat kata; saya, berbeda, dengan, kamu. Tapi tetap saja, jawaban saya keliru. Ke-engganan saya memperlajari bahasa Inggris sejak SMA membawa saya pada berbagai kondisi sulit dikemudian hari. Prinsip nasionalisme sempit yang saya anut itu nyatanya justru mengekang diri saya sendiri. Saya akan selalu menghindari membaca buku-buku, atau jurnal bahasa asing. Meskipun saya punya akses terhadap

Baca Selengkapnya

Indonesia Poenja Tjerita, Bung Hatta dan Hari Buku Sedunia

Quotes Bung Hatta-01

Di Malang kemarin saya membeli sebuah buku yang cukup menarik, judul bukunya “Indonesia Poenja Tjerita”. Buku ini di susun oleh tim @SejarahRI dan dibuat untuk menceritakan potongan kisah dari sejarah Indonesia yang tidak tercantum dalam buku-buku sejarah yang kita kenal selama ini. Tulisannya dibuat ringan dan disertai ilustrasi gambar, sehingga tidak membuat pembaca cepat bosan. Yup, berdasarkan pengantar tim penyusunnya, buku ini memang sengaja dibuat demikian untuk mempopulerkan sejarah Indonesia kepada generasi milenial. Ternyata banyak potongan sejarah negeri ini yang

Baca Selengkapnya

#1 Bahasa Inggris Adalah Musuh Saya Nomor Satu

Satrio Amrullah - Kampung Inggris

Bila para pelajar kebanyakan memusuhi fisika dan matematika, maka saya adalah adalah pelajar yang berbeda. Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang paling saya musuhi dalam hidup. Ketidaksukaan saya terhadap mata pelajaran ini bukan karena bahasa Inggris itu sulit, tetapi lebih dikarenakan mempelajari bahasa asing tersebut telah mengusik rasa nasionalisme yang ada dalam diri saya. Dalam raga saya yang masih remaja kala itu, saya melihat banyak orang-orang disekitar saya merasa bangga bila ia bisa menguasai bahasa asing dengan baik. Mereka akan

Baca Selengkapnya

Isra Abdurrahman, Adik Saya Yang Lahir Pada Malam Isra Miraj

Isra Abdurrahman

Ini adik saya, namanya Isra Abdurrahman. Nama panggilnya Isra. Alasan kenapa dinamakan seperti itu karena dia lahir pada malam peringatan hari Isra Miraj nabi Muhammad. Berdasarkan cerita ibu saya, kelahiran adik saya yang paling bungsu ini sebenarnya tidak direncanakan, oleh sebab itu usia kami terpaut cukup jauh. Jarak usia saya dengan Arsyi misalnya (adik saya yang pertama) hanya 4 tahun, sementara dengan Isra bedanya 12 tahun. Jadi saat kakaknya yang satu sudah masuk tahun kedua kuliah dan kakak sulungnya ini

Baca Selengkapnya

Site Footer

Sliding Sidebar