#2 Semangat 40 Juta!

Ada satu cerita menarik mengenai persiapan ekspedisi tapal batas.
Kala itu seminggu sebelum pemberangkatan, tim ekspedisi meeting bersama pembina, pak Fadly Y. Tantu. Beliau bertanya, berapa dana yang sudah berhasil kalian kumpulkan untuk kegiatan ekspedisi tapal batas. Dengan raut wajah wajah pesimis dan kurang bersemangat kami jawab, “sepuluh juta Pak”
“Oh begitu ya, hm sebenarnya kalau mau buat kegiatan seperti ini minimal kalian membutuhkan dana 50 juta. tapi tak apa, 10 juta itu adalah uang yang kalian pegang, 40 juta sisanya kalian tutupi dengan semangat!”

Maka sejak hari ini, kami punya jargon baru, “semangat 40 juta!”
atau ketika foto bersama kami teriakan “senyum 40 juta” sambil tertawa lepas.

Kenyataannya, dengan “semangat 40 juta” tersebut kami berhasil sampai disini. Di pulau terluar Indonesia. Pulau pemilik dua negara. Dan entah bagaimana prosesnya, modal “semangat 40 juta” tersebut mampu membuat kami bertahan hingga hari ini. Menjalankan berbagai project sosial tiap harinya. Tanpa kenal lelah.

Ada satu lelucon lagi yang sering kami tertawakan bersama, “untuk apa sih kita lakukan semua ini? Mengapa suka sekali menyusahkan diri sendiri? Mengapa capek capek memikirkan ini semua? Toh tidak ada orang lain juga yang peduli? Mengapa tidak menikmati masa muda dengan kesenangan saja? Seperti banyak pemuda lainnya di dunia ini? Jalan sepuasnya, tidur sepuasnya, nonton sepuasnya, dan jajan sepuasnya? Mengapa kita mau melakukan ini semua? Mengapa?

Pertanyaan yang jujur saja belum kami temukan jawabannya. Barangkali sebab panggilan jiwa. Karena memang tak ada tendensi atau motivasi lain selain rasa kepedulian dan kemauan berbuat untuk bangsa.

Salam

Sebatik, 14 Maret 2015

Seorang pemimpi. Laki-laki akhir zaman yang ingin mengubah dunia dengan tangannya

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer

Sliding Sidebar