Blog Posts

Presiden Terpilih Adalah Anugerah Tuhan Untuk Bangsa Kita

Jokowi & Prabowo - Satrioamrullah.com

“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan melewatkanku” – Umar bin Khattab Cukup lama buat saya untuk memahami dan menerima qoute tersebut, mengingat dalam hidup, saya pernah kehilangan sesuatu yang amat saya cintai. Teramat sangatnya. Hingga satu hal yang buat saya tetap bangkit adalah menerima takdir, bahwa mungkin Allah tidak menghendaki kami untuk hidup bersama. Dalam keyakinan agama saya, segala hal yang terjadi di dunia telah di

Baca Selengkapnya

Akhir Tanggap Darurat

Fase Tanggap Darurat - Satrio Amrullah

Hari ini fase tanggap darurat bencana Sulteng dinyatakan berakhir, dan selanjutnya memasuki fase transisi dari darurat ke pemulihan. Tahapan ini akan dimulai besok hingga 60 hari kedepan. Situasi kota Palu dan sekitarnya dinyatakan telah kondusif. Pembersihan puing dan sampah sudah mencapai 70 persen, rumah sakit dan puskesmas telah beroperasi, aktifitas belajar mengajar di sekolah juga sudah berjalan, demikian juga dengan pasar, perkantoran dan pertokoan juga sudah buka satu persatu. Berbagai aktifitas yang menggerakkan roda perekonomian berangur-angsur membaik. Sebagian masyarakat yang

Baca Selengkapnya

Indonesia Adalah Rumah Kita Bersama

Indonesia Adalah Rumah Bersama - Satrio Amrullah

Ketika Indonesia merdeka pada 1945 banyak pakar dunia memprediksi negeri ini takkan mampu bertahan lama. Indonesia diprediksi akan bubar. Mereka sangsi Indonesia dapat menjadi negara dan bersatu dibawah pemerintahan sendiri. Beragam laporan VOC yang dikirimkan secara berkala ke negeri Belanda menyebutkan, sebelum mereka tiba ke negeri ini, penduduk Indonesia hidup dalam pertikaian. Perang antar antar kelompok dan suku-bangsa telah terjadi selama ratusan tahun lamanya. Konflik budaya, politik, ekonomi dan perebutan kekuasaan selalu terjadi antar raja-raja di seluruh nusantara. Maka jangan

Baca Selengkapnya

1st AnakUntad Summit, Momen Refleksi Menuju Komunitas anakUntad Yang Lebih Maju

AnakUntad Summit soon 2

Empat tahun yang lalu, pada 10 Agustus 2014, saya bersama teman-teman menginisiasi komunitas ini, komunitas yang kemudian kita beri nama Komunitas AnakUntad. Sebuah komunitas yang lahir atas kondisi kampus yang menurut kita kurang ideal, yang menuntut adanya ruang gerak bagi mahasiswa untuk berkarya, menyampaikan aspirasinya, berbagi gagasan-gagasan besar kepada sesama, atau melakukan aksi-aksi nyata untuk membuat perubahan disekitar kampus kita. Kondisi inilah yang kemudian mempertemukan kita. Lalu karena se-visi, lantas kita bersepakat membuat satu wadah, sebagai tempat kita untuk belajar,

Baca Selengkapnya

Bangsamu Bukanlah Bangsa Kecoak

Candi Borobudur - Satrio Amrullah

Tahukah kamu, candi Borobudur ini pertama kali di bangun oleh nenek moyang kita, ketika tanah Belanda baru saja ditemukan dan dihuni oleh manusia Eropa. Jadi jauh sebelum negeri Belanda itu muncul di peta dunia, negeri kita telah menggapai puncak kejayaannya di Asia Tenggara. Pada masanya, dahulu, peradaban nenek moyang kita pernah melampauhi peradaban bangsa-bangsa Eropa. Delapan abad kemudian orang-orang Eropa mulai mendatangi negeri kita. Mereka terpesona dengan kekayaan alam negeri ini, lalu termotivasi untuk menguasai. Tiga ratus lima puluh tahun lamanya

Baca Selengkapnya

Teror Bom dan DNA Pemberani Arek-arek Suroboyo

DNA Pemberani Surabaya

Dari ratusan kota yang ada di seluruh Indonesia, Surabaya adalah satu-satunya kota yang mendapat predikat Kota Pahlawan. Ini tidak lepas dari cerita heroik dari masyarakat Surabaya yang tidak kenal takut menghadapi invansi pasukan Inggris pada November 1945. Bayangkan, negara dan pasukan pemenang Perang Dunia II disambut dengan senjata di kota ini. Dalam sejarahnya, selama lima tahun menghadapi Jerman pada Perang Dunia II, Inggris tak pernah kehilangan satu pun jenderalnya. Namun saat pasukan Inggris mendarat di Surabaya, lima hari kemudian seorang jenderalnya

Baca Selengkapnya

#2 Kesadaran Berbahasa Asing dalam Jepitan Nasionalisme Sempit

Bahasa Asing dan Nasionalisme Sempit

Untuk membayangkan betapa bodohnya saya dalam berbahasa Inggris, saya gagal mentranslasi kalimat sesederhana ini: “saya berbeda denganmu”, dengan benar. Padahal kalimat itu hanya terdiri dari empat kata; saya, berbeda, dengan, kamu. Tapi tetap saja, jawaban saya keliru. Ke-engganan saya memperlajari bahasa Inggris sejak SMA membawa saya pada berbagai kondisi sulit dikemudian hari. Prinsip nasionalisme sempit yang saya anut itu nyatanya justru mengekang diri saya sendiri. Saya akan selalu menghindari membaca buku-buku, atau jurnal bahasa asing. Meskipun saya punya akses terhadap

Baca Selengkapnya

Indonesia Poenja Tjerita, Bung Hatta dan Hari Buku Sedunia

Quotes Bung Hatta-01

Di Malang kemarin saya membeli sebuah buku yang cukup menarik, judul bukunya “Indonesia Poenja Tjerita”. Buku ini di susun oleh tim @SejarahRI dan dibuat untuk menceritakan potongan kisah dari sejarah Indonesia yang tidak tercantum dalam buku-buku sejarah yang kita kenal selama ini. Tulisannya dibuat ringan dan disertai ilustrasi gambar, sehingga tidak membuat pembaca cepat bosan. Yup, berdasarkan pengantar tim penyusunnya, buku ini memang sengaja dibuat demikian untuk mempopulerkan sejarah Indonesia kepada generasi milenial. Ternyata banyak potongan sejarah negeri ini yang

Baca Selengkapnya

#1 Bahasa Inggris Adalah Musuh Saya Nomor Satu

Satrio Amrullah - Kampung Inggris

Bila para pelajar kebanyakan memusuhi fisika dan matematika, maka saya adalah adalah pelajar yang berbeda. Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang paling saya musuhi dalam hidup. Ketidaksukaan saya terhadap mata pelajaran ini bukan karena bahasa Inggris itu sulit, tetapi lebih dikarenakan mempelajari bahasa asing tersebut telah mengusik rasa nasionalisme yang ada dalam diri saya. Dalam raga saya yang masih remaja kala itu, saya melihat banyak orang-orang disekitar saya merasa bangga bila ia bisa menguasai bahasa asing dengan baik. Mereka akan

Baca Selengkapnya

Isra Abdurrahman, Adik Saya Yang Lahir Pada Malam Isra Miraj

Isra Abdurrahman

Ini adik saya, namanya Isra Abdurrahman. Nama panggilnya Isra. Alasan kenapa dinamakan seperti itu karena dia lahir pada malam peringatan hari Isra Miraj nabi Muhammad. Berdasarkan cerita ibu saya, kelahiran adik saya yang paling bungsu ini sebenarnya tidak direncanakan, oleh sebab itu usia kami terpaut cukup jauh. Jarak usia saya dengan Arsyi misalnya (adik saya yang pertama) hanya 4 tahun, sementara dengan Isra bedanya 12 tahun. Jadi saat kakaknya yang satu sudah masuk tahun kedua kuliah dan kakak sulungnya ini

Baca Selengkapnya

Site Footer

Sliding Sidebar